back

Mengenal Kegunaan Analisa Search Volume

By Indonesia Brain

Jika Anda ingin mendapatkan analisa search volume utk produk/bisnis Anda dan ingin dapat data social listening gratis bisa kontak saya di WA 081281071180 atau rhein.mahatma@gmail.com.

Analisa search volume dan social media listening adalah dua alat penting untuk memahami apa yang sedang dicari dan dibicarakan banyak orang di internet. Dengan keduanya, Anda bisa melihat minat, masalah, dan kebutuhan audiens secara lebih nyata, bukan sekadar berdasarkan feeling. Ini sangat berguna untuk bisnis, personal branding, maupun pembuatan konten.

Melalui analisa search volume, Anda dapat mengetahui seberapa banyak suatu kata kunci dicari di mesin pencari dalam periode tertentu. Dari sini, Anda bisa memetakan topik mana yang punya potensi trafik besar, tren yang sedang naik, serta bahasa yang benar-benar digunakan orang ketika mencari solusi. Hasilnya, strategi SEO, ide konten, dan perencanaan kampanye bisa jauh lebih terarah.

Sementara itu, social media listening membantu Anda menangkap percakapan, opini, dan emosi pengguna di berbagai platform media sosial. Anda bisa melihat bagaimana orang membicarakan merek, produk, atau isu tertentu, termasuk sentimen positif dan negatif yang muncul. Jika digabungkan, analisa search volume dan social media listening memberi Anda gambaran utuh: apa yang dicari orang, apa yang mereka rasakan, dan bagaimana sebaiknya Anda merespons lewat produk, layanan, atau konten yang lebih relevan.

Kegunaan analisa search volume :

  1. Sekuat apa brand Anda - dan potensi revenue yang didapat dari kekuatan brand Anda saat ini. Misalnya Anda ingin dapat sales 100 per bulan, sewajarnya angka pencarian / search volume branded keyword Anda adalah lebih dari 100 per bulan. Asumsi conversion rate 6%, maka dari 100 pencarian branded search volume akan menghasilkan 6 sales (conversion rate branded keyword biasanya lebih besar dari generic keyword). Faktornya tentu bukan hanya ini, tapi “sewajarnya” konsep dasarnya seperti ini.

  2. Melihat dampak kampanye awareness Anda. Jika bulan ini Anda menggelontorkan budget besar utk endorse influencer - mis. si A dengan 10 juta follower, biasanya di bulan ini juga akan ada kenaikan search volume. ini adalah metriks yang menurut saya lebih bagus daripada engagement, karena search volume mengambarkan intention / aksi dari viewers / audience. Data ini akan tergambar dengan baik jika membandingkannya dengan result dari social media listening.

  3. How big is the market atau existing market atau existing category.
    Sebut saja brand ABCD adalah brand kombucha instan. di mana search volume “kombucha instan” alias generic search term/keyword hampir tidak ada. Bandingkan brand XYZ adalah brand nasi instan di mana search volume “nasi instan” adalah 3000 per bulan (average 12 bulan terakhir). Coba tebak kira-kira dari 2 brand ini yang perlu budget marketing lebih besar yang mana ? sudah jelas yang pioneer di kategorinya.

  4. Menyesuaikan nama produk Anda / di marketplace dengan keyword yang dicari orang di Google - walaupun ini adalah data pencarian Google dan produk Anda ada di marketplace, bisa saja keyword pencarian ini akan tercermin di pencarian marketplace. Di bagian ini pengalaman saya adalah meningkatkan revenue 5x lipat (sustain) hanya dengan menyesuaikan nama produk di marketplace dengan keyword yang dicari orang di Google.

  5. Berapa banyak produk Anda dicari dan apakah produk Anda hadir disitu sebenarnya sangat penting dan adalah roh utama dari semua bisnis dan seharusnya tanggung jawab utama founder/CEO kan ?

  6. Mengetahui cabang mana dari kompetitor Anda yang kemungkinan paling ramai. Akan terlihat pencarian Fore Cabang BSD dibandingkan Cipete - yang mana yang paling banyak dicari ?

  7. Scalability X Recurring = 5-20X. Brand Anda muncul VS tidak muncul saat orang mencari (terutama di keyword dengan search vol besar dan atau value besar per transaksi - biasanya B2B/B2G) bedanya bisa 5-20x revenue (sustain - tapi angka ini berlaku terutama jika brand Anda di fase new/baru) - Pahami bahwa angka pencarian ini bersifat recurring (baik di hasil pencarian Google, marketplace atau social media - tapi data yang banyak tersedia adalah data google dan marketplace), angka yang muncul adalah average 12 bulan terakhir, bulan depan masih ada lagi, dan bulan depannya ada lagi. Sifat recurring ini yang memungkinkan peningkatan awareness, click,traffic - lalu revenue menjadi sustain. Karena sifat recurring ini, maka banyak yang bilang jika Anda bisa mengeksploitasi channel yang bersifat recurring ini dengan baik maka ROI nya unlimited (asumsi produk Anda sudah product market fit - banyak faktor lain seperti sales conversion cycle, funnelnya break apa tidak dll).

  8. Opportunity terbesar adalah search volume dari generic keyword yang besar (atau potentially rising high) tetapi branded keyword dari pemain disitu - alias player yang memiliki brand kuat disitu - kecil

  9. Jika generic keyword (non branded) search volumenya besar, bisa mengindikasikan potensi Anda untuk dapat market/sales dari orang yang tidak Anda kenal, atau tidak kenal brand Anda.

  10. Search intention adalah filter. Angka search volume sudah mengandung filter intention. Postingan sosmed oleh influencer bisa jadi mengandung trust dan influence tinggi. Tapi yang melihat postingan influencer belum tentu sedang butuh produk tsb. Saat orang butuh bisa cari di Google atau sosmed.

Rhein

Customer Lifecycle Marketing 1 : Pentingnya First Party Data

Read More

Website Audit Gratis

Read More